jam dunia

Sabtu, 22 November 2008

Bangkitkan Semangat Perjuangan


Semarak peringatan hari ulang tahun Republik Indonesia 17 Agustus mendatang, sudah mulai terasa. Nuansa merah putih sudah terlihat hampir diseluruh sudut kota. Mulai dari bendera merah putih, umbul-umbul, hingga penjual aksesoris 17-an yang sering dijumpai di tepi jalan atau di perempatan lampu merah. HUT RI mengingatkan kita pada suatu peristiwa penting negeri ini, perjuangan para pahlawan melawan penjajah demi merebut kemerdekaan yang kita nikmati saat ini.

Semangat 45 yang dikobarkan harus senantiasa kita pertahankan, demi mewujudkan kemerdekaan yang sesungguhnya. Kemerdekaan yang sudah kita raih lebih dari setengah abad itu merupakan titik awal perjuangan kita untuk mengisi kemerdekaan yang sudah berada di genggaman. Kemerdekaan yang sudah kita raih dan sedang kita nikmati adalah kemerdekaan secara fisik. Benar, secara fisik atau rill kita telah merdeka. Tapi sebenarnya, saat inilah perjuangan yang tidak kalah hebatnya dibanding perjuangan pahlawan revolusi kita. Bahkan mungkin, perjuangan yang sedang kita lakukan saat ini bisa dikatakan lebih berat. Mengapa lebih berat?

Betapa tidak? 1945 musuh yang harus dilawan sangat nyata, tampak didepan mata dan aktifitasnya benar-benar nyata. Tapi kini, musuh yang harus kita lawan tak tampak secara kasat mata. Tidak nampak secara kasat mata, bukan lantaran berada di alam ghaib, atau musuh kita menggunakan trik agar tak terlihat oleh kita. Tetapi musuh yang harus kita hadapi menjelma menjadi teman bahkan sahabat karib dalam kehidupan kita. Apa sebutan yang layak kita berikan kepada modernisasi yang hari demi hari menggerogoti moral anak-anak negeri ini, kalau bukan penjajah? Apa juga julukan yang pantas kita dikasihkan kepada tayangan-tayangan televisi yang menyajikan tontonan yang mampu menggiring generasi penerus negeri ini pada pergaulan bebas? Pilihan ada pada diri individu masing-masing. Apakah masih mau dijajah setelah merdeka dari penjajahan? Atau melanjutkan perjuangan ini hingga kita sampai pada kemerdekaan yang sebenarnya.

Begitu banyak PR yang harus kita lanjutkan demi melanjutkan perjuangan para pahlawan kita. Semangat perjuangan harusnya mampu memberikan kita motivasi untuk bisa menjadi individu yang bisa memberikan energi positif bagi negeri yang sedang berjalan tertatih ini, bukan sebaliknya. Salah jika kita hanya menghayati semangat perjuangan pada 17 agustus saja. Karena perjuangan yang sejatinya harus kita lakukan setiap detik dan setiap waktu.

Hadirkan semangat merah putih di setiap aktifitas kita. Mengingat serta menjaga semangat itu akan membuat kita malu ketika kita hendak mengkhianati sesama, negara atau bahkan mengkhianati diri sendiri. Malu karena kita hanya ingin mendapatkan laba dari negeri yang sebenarnya sedang membutuhkan perhatian demi bangkit dari keterpurukan. Keterpurukan dari segi pendidikan, ekonomi, moral dan masih banyak aspek lain yang membutuhkan sentuhan tangan-tangan kita sang pejuang.

Untuk menyambut hari paling bersejarah bagi semua orang di Indonesia ini, sudah pantaslah jika kita mulai membangkitkan semangat perjuangan yang mungkin sedang tertidur pulas dengan mimpi-mimpinya. Kita bangunkan semangat perjuangan kita, kita ajak dan sambangi orang-orang terdekat kita, sebarkan semangat perjuangan ini, demi sesuatu yang lebih berarti. Hingga saat hari kemerdekaan itu datang, kita bisa benar-benar memaknainya.

Menjadikan momentum hari kemerdekaan untuk terus memupuk semangat perjuangan demi membawa negeri ini menuju negeri yang lebih arif serta bijaksana dalam menghadapi segala macam persoalan. Tak ada waktu lagi untuk bermalas-malasan. Negeri ini tak menyediakan tempat bagi siapapun yang tak berani berjuang demi suatu kebenaran dan kemajuan semua orang. Berjuang dengan cara yang benar, bukan berjuang dengan menghalalkan segala cara demi mendapatkan kemenangan.

Tidak ada komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini

SKY Sports | International Football

TELEVISINDO